Sejarah Ajisaka

Sejarah Ajisaka – Ajisaka berasal dari dua kata utama yaitu AJI dan SAKA. Aji bermakna KEKUATAN dan Saka yang bermakna DARI ( bahasa Jawa ). Maka AJISAKA bermakna KEKUATAN DARI ( ALLAH ). Oleh karenanya kita hanya memohon doa hanya kepada Allah sebagai sumber segala kekuatan yang ada di alam ini.

 Sejarah Perguruan Tenaga Dalam AJISAKA

Ajisaka terdaftar sebagai Organisasi Masyarakat secara resmi. Hal ini terwujud melalui SURAT KETERANGAN TERDAFTAR No. 220/79/IV/1994 yang dikeluarkan oleh Kantor Sosial Politik Karanganyar pada 14 April 1994.

Surat Keteragan Terdaftar Perguruan AJISAKA pada Kantor Sosial Politik Karanganyar
Surat Keteragan Terdaftar Perguruan AJISAKA pada Kantor Sosial Politik Karanganyar

Dalam perkembangannya Mbah Olink terus mengajarkan Ilmu Batin dan mengenalkan kekuatan Supranatural kepada masyarakat luas untuk kebaikan. Bahkan pendiri Perguruan Ajisaka ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia pada tahun 2002. Beliau mendapatkan penghargaan atas prestasi Tercepat ( 1 detik ) mengenalkan kekuatan Supranatural kepada orang lain.

Tempat belajar tenaga dalam terbaik
Sejuta manfaat belajar tenaga dalam. Untuk kesehatan hingga gangguan dari mahluk Gaib.

Dalam proses pengobatan tradisonal ini, pada bulan April 2005, AJISAKA juga mendapatkan surat rekomendasi dari DEPARTEMEN AGAMA KANTOR KABUPATEN KARANGANYAR. Ini sangat membuktikan bahwa kekuatan yang digunakan tidak bertentangan dengan aturan Agama. Bebas dari muatan klenik dan syirik, karena AJISAKA selalu menyatakan bahwa segala kekuatan itu berasa dari ALLAH SWT.

Pengobatan alternatif berbagai penyakit
Pengobatan alternatif berbagai penyakit. Pengobatan alternatif yang aman.

Sejarah Ajisaka ( Keilmuan / Kekuatan )

Ajisaka merupakan perguruan tenaga dalam Supranatural yang pertama kali ditemukan oleh seorang pembimbing agama Islam yaitu Sunan Kalijaga. Beberapa puluh tahun kemudian, melalui penyelaman kebathinan dan kerohanian, H. Olink menemukannya kembali medan energi tersebut.

Sejarah Ajisaka dan Ilmu Sunan Kali Jaga
Mbah Olink menemukan kembali medan Energi kekuatan supranatural yang dulu ditemukan oleh seorang Wali ( Sunan Kali Jaga ).

Kekuatan Supranatural adalah bagian dari kekuatan alam yang maha dahsyat. Kekuatan yang ada namun bersifat ghoib atau tidak kasat mata. Pengenalan kekuatan Supranatural yang tepat dan benar tentu akan menambah satu bagian nilai keimanan kita ” Percaya Kepada yang Ghoib”.

Ilmu dan Kekuatan Ajisaka benar-benar ada dan dapat anda rasakan. Sekalipun anda bersasal dari latar belakang ilmiah atau orang yang awam terhadap ilmu supranatural. Bahkan kekuatan ini tetap bekerja sekalipun anda TIDAK MEMPERCAYAInya.

Sesuai dengan sejarah AJISAKA ( KEKUATAN YANG BERASAL DARI “ALLAH” ). Dan tujuan mulia untuk saling membantu dalam kebaikan terhadap sesama. Lambang AJISAKA pun mencerminkan filosofi tersebut.

Kekuatan Supranatural membuka indra ke enam
Tangan kanan dengan telunjuk ke atas ( Kekuatan itu berasal dari Allah ). Tangan kiri terbuka ( untuk dibagikan kepada umat manusia dalam kebaikan )

 

Sejarah Ajisaka Filosofi lambang perguruan
Sejarah Ajisaka – Filosofi lambang perguruan

Mengenal kekuatan AJISAKA

Setelah dilakukan pengamatan dan observasi dengan ilmu pengobatan modern, akhirnya kekuatan Linuwih, dapat dipersembahkan kepada anda dalam formulasi yang simpel (praktis) dan logis serta bebas dari muatan atau kesan klenik, namun tanpa mengurangi daya gunanya.

Yang lebih penting dari semua itu adalah bahwa kekuatan Linuwih bersifat Universal artinya bersifat lintas agama, lintas ras, lintas budaya dan lintas kelas masyarakat, bahkan terhadap mereka yang meragukan sekalipun, medan energi ini tetap akan memberi manfaat.

Kekuatan Linuwih adalah Totem alam (kekuatan alam), akan mudah diabsorbsi oleh medan energi anda melalui proses permohonan doa kepada Allah SWT, dan hampir seketika setelah dilakukan permohonan doa, maka akan dapat membuktikannya dan mengalami sendiri pengalaman yang menakjubkan.

Kekuatan Linuwih akan meningkatkan daya energi seseorang dengan cara diselaraskan, semakin besar kontak dan penyesuaian sesorang dengan totem alam tersebut, akan semakin besar pula daya gunanya baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Penyesuaian ini dinamakan Attunment/Pengenalan dan hanya dapat dilakukan oleh Pendiri Perguruan AJISAKA sendiri yaitu Mbah Haji Olink ( Bapak Teguh Suhendro, SE. ).